oleh

Penyebab Dan Cara Mengatasi WordPress 500 Internal Server Error

Munculnya kode WordPress 500 Internal Server Error memang membuat kita kesal jika disaat lagi mendapatkan ide untuk menulis malah website kita error, otak atik malah makin rusak. Akhirnya ide pun hilang, yang muncul malah emosi.

Pernahkah kamu mencari cara mengatasi 500 internal server error karena WordPress mengalami kesalahan internal tersebut? Tenang saja, kamu tidak sendiri! 500 internal error merupakan kesalahan yang cukup sering terjadi di WordPress dan ditemui para webmaster.

Hanya saja, mencari tahu bug sesungguhnya yang menyebabkan kesalahan 500 internal server tidak semudah yang biasa dilakukan webmaster terhadap kesalahan 404 error, yang kemungkinan penyebabnya hanyalah rusaknya permalink atau berubahnya halaman URL.

Penyebab paling umum terjadinya http error 500 adalah rusaknya file .htaccess, file permission yang salah, script timeout, PHP version yang tidak kompatibel, atau bahkan ketidaksesuaian sistem WordPress setelah di-update.

Masih banyak lagi penyebab terjadinya kesalahan internal tersebut. Oleh karena itu, kamu hanya perlu mencari tahu lebih dalam lagi penyebab sesungguhnya. Salah satu cara mengatasi 500 internal server error di WordPress adalah mengingat kembali apa yang telah Kamu lakukan: coba diingat lagi apa yang mengakibatkan situs WordPress kamu berhenti berfungsi (misalnya, setelah instalasi atau mengupdate plugin/tema). Kesalahan internal ini akan jauh lebih mudah untuk diatasi setelah kamu mengetahui penyebab sebenarnya.

Kali ini saya menerbitkan tutorial singkat tentang memperbaiki kesalahan internal server di WordPress menggunakan 9 metode berbeda.

Catatan: Utamakan keselamatan terlebih dulu. Sebelum memulai tutorial ini, saya sarankan kamu untuk membuat backup situs agar file atau berkas tidak hilang.

Pembahasan Penyebab Dan Cara Mengatasi WordPress 500 Internal Server Error :

  • Cara 1: 500 Internal Server Error WordPress diakibatkan oleh plugin atau tema
  • Cara 2: Cara mengatasi Http Error 500 dengan Mengecek file .htaccess
  • Cara 3: Menambah PHP Limits
  • Cara 4: Mengubah PHP version
  • Cara 5: Menampilkan tampilan error
  • Cara 6: Menggunakan WordPress debugging
  • Cara 7: Cara mengatasi 500 Internal Server Error dengan Merestore backup
  • Cara 8: Mengupload kembali file WordPress core
  • Cara 9: Memulai dari awal
  • Kesimpulan

Cara 1: 500 Internal Server Error WordPress diakibatkan oleh plugin atau tema

Di banyak kasus, http error 500 WordPress terjadi setelah menginstall atau mengupdate plugin atau tema. Jika memang kesalahan internal yang kamu temui saat ini diakibatkan oleh plugin atau tema, maka kamu berada di jalur yang benar.

Cara 1.1: Http Error 500 di WordPress yang disebabkan oleh instalasi atau update plugin

Jika halaman situs rusak setelah instalasi plugin baru atau update plugin, Kamu bisa memperbaikinya dengan menonaktifkan atau menghapus plugin tersebut. Tergantung pada situasi, ada dua cara untuk melakukannya.

Menonaktifkan plugin via Dashboard WordPress

Jika Dashboard WordPress kamu masih dapat diakses, maka ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Log in ke Dashboard WordPress Kamu.
  2. Di menu navigasi sebelah kiri, klik Plugins > Installed Plugins.
  3. Penyebab Dan Cara Mengatasi WordPress 500 Internal Server ErrorNonaktifkan plugin yang bermasalah.
  4. Penyebab Dan Cara Mengatasi WordPress 500 Internal Server ErrorRefresh website pada browser untuk mengecek apakah masalah tersebut telah teratasi.
  5. Jika belum, nonaktifkan plugin lain dan ulangi proses di atas sampai semua plugin dinonaktifkan (atau sampai website aktif kembali).
  6. Setelah menemukan plugin yang menyebabkan 500 internal server error, cobalah untuk menghapus dan menginstallnya kembali. Kmau bahkan bisa mencari plugin pengganti yang memiliki fungsi sama atau hubungi developer/community plugin untuk mencari tahu mengapa plugin tersebut tidak kompatibel dengan WordPress kamu.

Menonaktifkan plugin WordPress via File Manager atau FTP

Ada beberapa alasan mengapa kesalahan internal tersebut menyebabkan dashboard tidak berfungsi. Pada kasus-kasus seperti ini, kamu dapat menonaktifkan atau menghapus plugin dengan bantuan File Manager yang ada di hosting control panel kamu atau FTP client, misalnya FileZilla.

  1. Arahkan kursor kamu ke root directory WordPress dan masuk ke direktori wp-content/plugins.
  2. Cari plugin yang bermasalah dan nonaktifkan dengan cara rename direktorinya. Contohnya, kamu dapat menambahkan .diasbled di akhir nama baru plugin sehingga kamu tidak lupa plugin mana yang telah dinonaktifkan. Jika kamu hendak menghapus seluruhnya, maka delete plugin direktori.
  3. Penyebab Dan Cara Mengatasi WordPress 500 Internal Server ErrorSetelah itu, refresh website Kamu. Jika masalah masih belum teratasi, lanjutkan proses sampai semua plugin dinonaktifkan (atau sampai situs kembali berfungsi).
  4. Setelah plugin yang menyebabkan error ditemukan, sebaiknya kamu mencoba menginstallnya kembali, atau mencari plugin pengganti, atau menghubungi pembuat plugin untuk mencari tahu cara mengimplementasikan plugin ke website WordPress Kamu.

Cara 1.2: 500 Internal Server Error WordPress yang diakibatkan instalasi tema baru atau update tema

Jika halaman WordPress bermasalah setelah instalasi tema baru atau update tema, Kamu bisa mengatasinya dengan cara mengubah tema. Tergantung situasinya, ada dua cara untuk melakukannya.

Mengubah tema via Dashboard WordPress

Semisal Kamu dapat mengakses admin area, maka langkah-langkah inilah yang harus dilakukan:

  1. Arahkan kursor ke bagian Appearance > Themes.
  2. Penyebab Dan Cara Mengatasi WordPress 500 Internal Server ErrorPilih tema apa pun dan klik Activate untuk menggunakannya.
  3. Penyebab Dan Cara Mengatasi WordPress 500 Internal Server ErrorSetelah semuanya selesai, akan muncul layar konfirmasi yang memuat link ke website Kamu.

Mengubah tema via phpMyadmin

Sebagai alternatif, Kamu dapat mengubah tema dengan cara menyunting database MySQL via phpMyadmin yang ada di hosting control panel. Langkah ini bisa digunakan saat dashboard WordPress Kamu tidak berfungsi. Berikut langkah-langkah yang harus Kamu lakukan:

  • Cari wp_options table, lalu akses.

Penyebab Dan Cara Mengatasi WordPress 500 Internal Server Error

Prefix tidak akan selalu menjadi wp_ tergantung pada instalasi yang Kamu lakukan

  •  Arahkan kursor ke Page 2.
  • Penyebab Dan Cara Mengatasi WordPress 500 Internal Server Error
    Cari template dan stylesheet.

Penyebab Dan Cara Mengatasi WordPress 500 Internal Server Error

  • Cari tema yang ingin digunakan, bukannya tema yang sedang digunakan. Caranya dengan mengarahkan kursor ke direktori wp-content/themes menggunakan File Manager.

Penyebab Dan Cara Mengatasi WordPress 500 Internal Server Error

  • Salin nama tema yang akan Kamu gunakan. Kemudian, ubah template dan stylesheet value dalam database dengan nama tema Kamu. Misalnya, saya akan mengubah nama tema dari twentyfifteen menjadi twentysixteen.

Menyelesaikan proses update tema WordPress di database

Reload situs Kamu pada browser. Tema baru akan ditampilkan oleh situs Kamu. Jika 500 Internal Server Error disebabkan oleh tema WordPress, maka gunakan cara ini.

Cobalah menginstall kembali tema lama atau hubungi developer/penyedia tema untuk mendapatkan informasi lebih jelas mengenai cara mengimplementasikannya.

Cara 2: Cara mengatasi Http Error 500 dengan Mengecek file .htaccess

Cara lain untuk mengatasi internal server error adalah mengecek file .htaccess Kamu saat ini. Kemungkinan besar internal error terjadi karena rusaknya file .htaccess yang Kamu gunakan saat ini. Kesalahan internal ini dapat terjadi karena bermacam-macam sebab: penyebab paling umum adalah instalasi plugin baru atau perubahan lain yang terjadi di Website Kamu.

Cara terbaik untuk memeriksa apakah file .htaccess Kamu rusak adalah dengan membuat file baru. Yang perlu Kamu lakukan adalah:

  • Login ke hosting control panel dan akses File Manager yang ada di bagian Files. Sebagai alternatif, gunakan FTP client, seperti FileZilla.
  • Arahkan kursor ke root directory di situs WordPress Kamu (jika Kamu bisa mengakses file, seperti wp-content dan wp-includes, maka yang Kamu lakukan sudah benar).
  • Cari file .htaccess dan nonaktifkan dengan cara memberi nama yang berbeda. Misalnya, .htaccess1.

Ganti nama file .htaccess untuk memperbaiki internal server error

# BEGIN WordPress
<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>
# END WordPress
  • Pastikan Save filenya.

Buka website Kamu di browser dan cek apakah kesalahan tersebut sudah diperbaiki. Jika belum, Kamu bisa melakukan cara di bawah ini.

Cara 3: Menambah PHP Limits

Jika dua cara mengatasi 500 internal server error di atas tidak juga bisa menyelesaikan kesalahan internal, maka berhentinya memori atau tidak memadainya PHP values merupakan penyebab lain.

Hal ini terjadi karena scripts dan plugins memerlukan sejumlah kapasitas di memori agar dapat berfungsi dengan maksimal.

Selain itu, ketika me-load website, browser menerima sejumlah permintaan untuk me-load plugins, scripts, dan konten Kamu.

Jika kapasitas memori tidak cukup untuk me-load plugins dan scripts, maka website WordPress akan menampilkan 500 Internal Server Error.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menaikkan memori website dan PHP values lainnya. Tambahkan memori dan PHP values lainnya dengan bantuan file .htaccess. Berikut baris perintah yang saya sarankan untuk Kamu tambahkan:

php_value upload_ax_filesize 128M

php_value post_max_size 128M

php_value max_execution_time 300

php_value max_input_time 300

php_value memory_limit 256M

file .htaccess WordPress dengan PHP values yang ditambahkan

Jangan lupa untuk Save setiap perubahan. Setelah semua langkah dilakukan, refresh website Kamu. Jika kesalahan yang terjadi terkait dengan tidak memadainya PHP values, maka solusi di bawah ini menjadi jawabannya.

Cara 4: Mengubah PHP version

Beberapa plugins dan scripts WordPress memerlukan PHP version yang spesifik. Jika persyaratan tidak terpenuhi, maka pemberitahuan 500 Internal Server Error akan muncul.

Ubah PHP version untuk mengecek apakah kesalahan yang terjadi memang berkaitan dengan PHP version Kamu. Kamu dapat melakukannya via hosting control panel di bagian PHP Configuration.

Mengubah version di Hostinger control panel

Cari semua PHP jika Kamu belum tahu PHP version mana yang dibutuhkan. Jangan lupa untuk Save pengaturan dan refresh website setiap kali ada perubahan.

Jika tak satu pun dari cara mengatasi 500 internal server error di atas  yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesalahan internal, maka ubah PHP version ke PHP terdahulu (yang digunakan pertama kali), lalu lanjut ke langkah berikutnya.

Cara 5: Menampilkan tampilan error

Mencari tahu mengapa WordPress 500 Internal Server Error bisa terjadi merupakan hal yang sangat sulit selagi Kamu memperbaikinya.

Jika langkah-langkah di atas tak satu pun dapat membantu Kamu, maka investigasilah lebih dalam lagi untuk mengetahui penyebabnya. Ada beberapa cara untuk melakukannya:

Menampilkan tampilan error

Dengan menampilkan tampilan error, Kamu akan tahu bagian spesifik kode yang menyebabkan kesalahan internal tersebut. Kamu dapat melakukannya via PHP Configuration yang ada di hosting control panel Kamu. Atur Display Errors value menjadi Enabled dan klik Save.

Menampilkan tampilan error di Hostinger control panel

Refresh website Kamu. Kesalahan apa pun yang ada di kode akan ditampilkan di layar, seperti yang ditunjukkan di bawah ini:

Sebagai alternatif, buatlah file error log terpisah dan masukkan entries ke dalamnya dengan bantuan .htaccess. Untuk lebih jelasnya, Kamu bisa melihat tutorialnya di sini.

Setelah tahu titik masalahnya, bukalah file yang dimaksudkan oleh internal error dan lihat line yang spesifik untuk mendapatkan informasi lebih jauh.

Kamu bisa menggunakan Google,Stackoverflow, WordPress Forums, atau hubungi developer Kamu untuk lebih jelasnya bagaimana mengatasi kesalahan internal.

Cara 6: Menggunakan WordPress debugging

WordPress memiliki sistem debugging yang khusus. Dengan menggunakan kode, Kamu dapat mendayagunakan sistem tersebut untuk mengatasi masalah.

Sistem tersebut juga dapat membantu Kamu menangani kesalahan 500 Internal Server Error di WordPress. Untuk memulainya, Kamu terlebih dulu perlu membuat beberapa perubahan di file wp-config.php.

  • Cari baris perintah di bawah ini di file wp-config.php Kamu.

define(‘WP_DEBUG’, false);

  • Hapus, lalu salin dan pindahkan kode di bawah ini ke file yang disebutkan di atas:

// Enable WP_DEBUG mode

define( ‘WP_DEBUG’ true );

// Enable Debug logging to the /wp-content/de

define( ‘WP_DEBUG_LOG’, true );

// Disable display of errors and warnings

define( ‘WP_DEBUG_DISPLAY’, false );

@ini_set( ‘display_errors;, 0 );

// Use dev versions of core JS and CSS files

define( ‘SCRIPT_DEBUG’, true );

  • Refresh website Kamu dan buka File Manager. Arahkan kursor ke direktori wp-content dan cari file debug-log. Untuk melihat entry yang dibuat, buka file dalam tampilan editing.

Menggunakan WP debug untuk mengatasi WordPress 500 Internal Server Error

  • Sekarang Kamu sudah tahu kesalahan yang menyebabkan website WordPress Kamu bermasalah. Kesalahan atau error tersebut dapat diatasi dengan bantuan developer Kamu bahkan Google, Stackoverflow, atau WordPress Forums. Informasi yang lebih jelas tentang debugging pada WordPress dapat pula dibaca di sini.

Cara 7: Cara mengatasi 500 Internal Server Error dengan Merestore backup

Jika Kamu sudah terlebih dulu membackup WordPress saat situs itu masih berfungsi, maka merestore backup-nya juga adalah solusi.

Pertama-tama, hapus semua file situs WordPress Kamu. Kemudian, upload kembali konten dan cek ulang apakah website sudah berfungsi dengan baik.

Jika Kamu jarang merestore backup WordPress secara manual, maka saya menawarkan solusi terbaik. Akan tetapi, solusi yang saya berikan tidak akan begitu membantu jika situs Kamu tidak berfungsi. Namun, tentu saja, solusi ini membuat Kamu terhindar dari masalah yang sama di kemudian hari.

  1. Install dan aktifkan plugin All-in-One WP Migration.
  2. Cari plugin tersebut di Dashboard WordPress Kamu dan pilih fungsi Export.
  3. Pilih File jika Kamu ingin mengunduh langsung backup yang dibuat ke komputer Kamu.
  4. Unduh backup yang telah dibuat dan simpan. Backup tersebut memuat file dan database Kamu.
  5. Jika situs WordPress mengalami http error 500 (atau masalah lainnya) dan Kamu tidak dapat memperbaikinya, maka yang perlu dilakukan hanyalah merestore backup yang telah dibuat.
  6. Untuk merestore backup yang telah dibuat dengan plugin All-in-One, Kamu harus menghapus keseluruhan website dan install situs WordPress yang baru bersamaan dengan plugin All-in-One. Setelah itu, pilih fitur Import, pilih file backup yang telah dibuat, dan lanjutkan proses merestore.

Cara 8: Mengupload kembali file WordPress core

Jika langkah-langkah di atas tak kunjung membuat Kamu berhasil mengatasi masalah, ada cara lain yang lebih baik untuk menanganinya. Yang perlu Kamu lakukan hanyalah:

  1. Unduh versi terbaru WordPress.
  2. Simpan dan unzip WordPress tersebut di komputer Kamu.
  3. Hapus file wp-config-sample.php dan folder wp-content untuk mencegah bertimpanya data penting.
  4. Pindahkan semua file core ke situs Kamu dan timpa file-file tersebut. Langkah ini dapat Kamu lakukan dengan bantuan FileZilla FTP client.
  5. Langkah terakhir, Kamu akan diminta untuk memerhatikan layar konfirmasi yang muncul. Kamu pun bisa memilih pilihan yang ditunjukkan pada screenshot di bawah ini. Dengan demikian, Kamu tidak perlu lagi mengonfirmasi proses timpa di tiap file.

Pastikan Kamu sudah membuat backup website  sebelum memulai langkah di atas agar file tidak hilang begitu saja.

Cara 9: Memulai dari awal

Jika semua cara mengatasi 500 internal server error di atas gagal untuk menangani kesalahan yang Kamu temui, maka Kamu bisa mulai membuat WordPress dari awal.

Berita baiknya, sangat mungkin bagi Kamu untuk sepenuhnya merestore situs WordPress hanya dengan memiliki backup database MySQL.

Kamu bisa mengecek tutorial berikut ini untuk mempelajari instruksi langkah demi langkah terkait cara merestore situs WordPress hanya dengan menggunakan backup database.

Kesimpulan

Siapa pun yang menggunakan WordPress pernah mengalami internal server error, setidaknya sekali. Meskipun Kamu seorang developer kamul atau pengguna pemula, cara mengatasi WordPress 500 Internal Server Error tidak begitu susah jika Kamu tahu harus bagaimana melakukannya.

Sepertinya halnya di kehidupan nyata, yang pertama kali Kamu lakukan adalah mencari tahu penyebab suatu masalah. Setelah itu, Kamu bisa memakai sumber online, bertanya pada teman, developer atau bahkan penyedia hosting Kamu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed