oleh

Macam-macam Modus Penipuan Via WhatsApp

Modus Penipuan via WhatsApp kerap terjadi belakangan ini, besar kerugian dari korbannya pun bermacam-macam. Ada yang rugi ratusan ribu rupiah, jutaan, bahkan mencapai ratusan juta rupiah.

Penipuan via WhatsApp kerap terjadi belakangan ini, besar kerugian dari korbannya pun bermacam-macam. Ada yang rugi ratusan ribu rupiah, jutaan, bahkan mencapai ratusan juta rupiah.

Dengan maraknya sosial media, maka semakin meningkat pula kejahatan siber dengan beragam modus. Bahkan dari kabar berita terkini, pelaku kejahatan penipuan ini menyasar pada anak – anak.

Kurangnya pemahaman mengenai aksi tipu – tipu ini membuat korban penipuan via WhatsApp juga semakin bertambah.

Parahnya lagi, dengan iming – iming yang tidak jelas, mereka mentransfer sejumlah uang pada orang yang baru saja dikenalnya.

Untuk itu, para pengguna smartphone diharapkan lebih berhati – hati dengan lebih waspada terhadap modus – modus yang mengarah pada tindak penipuan via WhatsApp dibawah ini.

4 Modus Penipuan via WhatsApp Yang Sering Memakan Korban

1. Modus jual barang murah di toko online

Beberapa online shop atau toko online besar, sering digunakan oleh pelaku penipuan untuk memajang barang dagangannya.

Modus pelaku penipuan ini adalah, mereka menawarkan sejumlah barang dengan harga yang sangat murah. Alih – alih sebagai diskon untuk merayakan moment tertentu.

Biasanya mereka menargetkan waktu untuk harga murah tersebut, misalnya “promo hanya berlaku untuk hari ini”

Untuk meyakinkan calon korban, pelaku penipuan via WhatsApp ini biasanya menyertakan nomer telepon yang bisa dihubungi.

Apabila korban menghubungi pelaku, biasanya akan ditanya detail alamat dan barang bsa dikirimkan melalui paket tercepat atau fasilitas Go send apabila berada dalam satu area kota.

Beberapa korban kebanyakan percaya tawaran tersebut dan mencoba untuk melakukan bertransaksi. Ketika korban transfer sejumlah dana, maka si penjual (penipu) tidak akan bisa dihubungi lagi.

2. Modus penipuan undian berhadiah

Penipuan dengan modus seperti ini, pelaku biasanya menyebar sejumlah pesan berantai dalam jumlah banyak ke beberapa nomor tertentu.

https://billing.exabytes.co.id/aff.php?aff=8300970

Isi dalam pesan menyebutkan bahwa calon korbannya adalah salah satu pemenang undian. Bahkan untuk memuluskan aksinya dan meyakinkan calon korban, pelaku ini juga membuat website yang seolah-olah milik resmi perusahaan yang mengadakan undian berhadiah tersebut.

Hati – hati dengan penipuan via WhatsApp dengan modus ini, cek kebenarannya terlebih dahulu sebelum Anda menjadi korban dengan meminta sejumlah uang untuk keperluan potong pajak dan lain sebagainya.

3. Tawaran Internet Gratis

Baru – baru ini, tersebar pesan berantai melalui WhatsApp yang berisi “Koneksi Internet Gratis 20 GB. Dapatkan 20 GB internet gratis selama 60 hari untuk setiap operator seluler”.

Pada pesan bagian bawah, tercantum tautan yang apabila di klik akan menuju pada halaman dengan tampilan yang tampak meyakinkan.

Ini adalah salah satu modus penipuan dengan kedok kuota gratis, tujuannya untuk mencuri data pengguna seperti nomor ponsel, alamat e-mail.

Bahkan izin untuk terhubung ke akun media sosial korban digunakan penipu untuk disalahgunakan.

Sebaiknya berhati – hati apabila menerima pesan semacam ini, lebih baik mengabaikan pesan tersebut agar tidak terjebak kejahatan pishing

4. Modus pesan atau telepon dengan alasan ada keluarga yang mengalami kecelakaan

Sebenarnya, modus ini adalah trik lama yang dilakukan pelaku, namun kini dilakukan dengan menggunakan WhatsApp.

Pelaku sebelumnya mengetahui nomor dari salah satu keluarga, kegiatan serta rutinitas sehari – hari.

Bahkan beberapa pelaku kejahatan ini mengetahui alamat calon korbannya. Beberapa kasus penipuan via WhatsApp ini admenyakinkan korban dengan mengirimkan foto salah satu pihak keluarga yang didapatkan dari profil WhatsApp atau status mereka.123

Penipu mengarahkan korban untuk mentransfer sejumlah dana untuk biaya jaminan rumah sakit, sebab dalam keadaan kritis dan secepatnya harus dilakukan tindakan.

Harap hati – hati dengan modus seperti ini, pastikan keluarga korban yang dimaksud bisa menerima pesan Anda secara online, dan pastikan juga bahwa dia baik – baik saja.

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed